Minggu, 18 Mei 2014

Analisis kenapa Allah Swt menggunakan kata kami, kamu dan aku dalam Al-Quran



a.       Surat Al- baqarah ( sapi betina )
ﻱﺒﻲ ﺍﺸﺭ ﺍﺀ ﺒﺪ ﺍﺫ ﻛﺮﻮﺍ ﻧﻌﻣﺘﻲ ﺍ ﻠﻲ ﺍ ﻧﻌﻣﺖ ﻋﻠﻴﻜﻢ ﻮﺍﻨﻲ ﻓﺼﻠﺗﻜﻢ ﻋﺍﻰﻠﺻﻠﻣﻴﻦ ۶۷    
Artinya : wahai bani israil ! ingatlah nikmatku yang telah aku berikan kepadamu dan aku telah melebihkan kamu dari semua umut yang lain di alam ini.
Analisis kata aku merupakan pernyataan personal atau perorangan, Allah Swt memakai kata aku karena kata aku ingin melihatkan kekuasaanya kepada umat atau hambanya.

b.      Surat An- Nisa ( wanita )
ﻴﺭ ﻴﺪ ﷲ ﺍﻦ ﻱﻓﻒﻋﻨﻛﻢ ﻭ ﺧﻠﻖ ﺍﻻ ﻧﺳﺎ ﻥ ﻀﺣﻴﻔﺎ ٢٧
Artinya : Dan Allah hendak menerima tobatmu, sedangkan orang- orang yang mengikuti keinginannya menghendaki agar  kamu  berpaling sejauh – jauhnya ( dari kebenaran )
Analisis kata kamu, Allah memakai kata kamu merujuk pada orang yang senantias menyembah Allah Swt atau hambanya yang dimuliakan dan Allah Swt memberi pesan supaya kamu ( hambanya ) bertobat.

c.       Surat An – Nisa ( wanita )
ﺍﻥ ﺘﻲﺒﺗﻧﺑﻭ ﺍﻛﺒﺎ ﮨﺭﻣﺎ ﺘﻧﻬﻭﻦ ﻋﻧﻪ ﻧﻛﻓﺭ ﻋﻧﻛﻡ ﺳﺑﺎ ﺗﻛﻡ ﻭ ﻧﺪ ﺧﻟﻛﻢ ﻣﺪ ﺧﻶ ﻛﺭ ﻴﻣﺎ٣٠
Artinya : Dan barang siapa berbuat demikian dengan cara melanggar hukum dan zalim, akan kami masukan dia ke dalam neraka. Yang demikian mudah bagi Allah.
Analisis kata kami, Allah Swt memakai kata kami karena kata kami tidak punya sifat sombong. Kata kami merupakan cakupan dari Malaikat, Nabi dan Allah Swt dan Kata kami tidak menyombongkan kekuasaan Allah.

“Analisis Ayat ke-6 Dari Surat Al-Fatiha”



اهدِنَا الصِّرَاطَ المُستَقِيمَ
"Tunjukkanlah kami jalan yang lurus" (surah Al Fatihah :6)

Analisis Berdasarkan Al-Qur’an dan Tafsir
Ihdinna           : Tunjukilah kami
Sirota              : Jalan
Mustaqim       : Yang lurus
            Jalan yang lurus adalah jalan rasullah SAW Abu bakar, dan Umar. Di saat umur muslim memohon petunjuk ke jalan yang lurus, Nabi yahya menunjukan pada penyaliban Isa Al-masitilah. Isa Al-masitilah “jalan yang lurus ” yang dicari umat muslim dan semua manusia, Sedangkan jalan yang berbelok ialah jalan yang akan membuat kita lambat untuk mencapai apa yang ingin kita capai. Maka dari itu di dalam surat Al-Fatiha ayat ke-6 ini disebutkan bahwa tunjukilah kami jalan yang lurus maksudnya ialah jalan yang benar yang diridhoi oleh Allah Swt, yang bisa menghantarkan kita pada kebahagiaan.


Selasa, 06 Mei 2014

tentukan konstruksi dan konstituen serta buat diagram pohon




11      Buatlah 2 contoh kalimat tentukan konstruksi, konstituennya dan buat diagram pohon.
aa       Perempuan yang cantik itu dibunuh joe. 

Analisis kalimat di atas terdiri dari 2 konstruksi yaitu :
11      Perempuan yang cantik itu.
22     Dibunuh joe

Konstruksi pertama terdiri dari 4 konstituen dan yang ke dua 3 konstituen yaitu :
11      N, Kop, Adj, Atrbt
22     Prep, V, N

K
                                   
                        FN                                                                   FV

            N                     Kop                                         Adj            Atrbt         preposisi
Perempuan                  yang                                       cantik              itu

                                                                                                                     Prep           V          N
                                                                                                                        Di          bunuh       joe

b.Pak  RT sudah berangkat ke Padang
            Analisis kalimat di atas terdiri dari 2 konstruksi yaitu :
11      Pak RT sudah berangkat
22     Ke Padang

Konstruksi pertama terdiri dari 4  konstituen dan yang ke dua 3 konstituen yaitu:
11      N, N, Atrbt, V
22      Prep, N



K



                                    FN                                                          FV

                             N                N                                 Atrbt               V         Prep
                           Pak               RT                               sudah       berangkat   

                                                                                                                        Prep                 N
                                                                                                                         Ke                  Padang

Kamis, 27 Maret 2014

ANALISIS GAYA BAHASA PADA PUISI “ PELARIAN ” KARYA CHAIRIL ANWAR.



I
Tak tertahan lagi
Remang miang sengketa di sini
Dalam lari
Dihempaskannya pintu keras tak berhingga
Hancur – luluh sepi seketika
Dan paduan dua jiwa
II
Dari kelam ke malam
Tertawa – meringgis malam menerimanya
Ini batu baru tercambung dalam gelita
“ mau apa ? Rayu dan pelupa,
Aku ada ! pilih saja !
Bujuk dibeli ?
Atau sungai sunyi ?
Mari ! mari !
Turut saja ”
Tak kuasa – terengkam
Ia dicengkam malam.

            Puisi ini menceritakan tentang  pelarian, dimana seseorang yang sedang emosi dan ingin lari atau pergi dari tempat permasalahan itu. Setiap malam dia tertawa – meringgis karena menginngat peristiwa yang dia alami, tak kuasa  menjalani hidup dengan permasalahan yang dihadapi. Pada umumnya puisi ini menjelaskan tentang pelarian seseorang dari permasalah yang dihadapinya.

Gaya Bahasa 
Gaya bahasa ialah cara penyair menggunakan bahasa untuk menimbulkan kesan-kesan tertentu. Gaya yang digunakan untuk melahirkan keindahan. Pada kalimat Remang miang sengketa di sini penyair memakai gaya bahasa Totum Pro Parte adalah Pengungkapan keseluruhan objek padahal yang dimaksud hanya sebagian, penyair bermaksud menggungkapkan sebagaian dari daerah atau sangketa yang ditempatinya.
Pada kalimat dihempaskannya pintu keras tak berhingga merujuk pada gaya bahasa hiperbola yaitu membesar – besarkan atau melebih – lebihkan suatu perkara. Pada kalimat dari kelam ke malam penyair memakai gaya bahasa enumerasia adalah satu corak gaya bahasa yang bersifat penghuraian sesuatu peristiwa yang sengaja dipisah-pisahkan.dan hanya digambarkan satu persatu agar lebih hidup dan lebih nyata.maksudnya penyair menguraikan ke hidupannya dari hari ke hari.
            Selanjutnya Tertawa – meringgis malam menerimanya merupakan gaya bahasa Pradoks yang digunakan paradoks Ialah satu corak gaya yang mempertentangkan kata-kata atau arti dalam satu kalimat. Pada kata tertawa – meriggis merupakan kata pertentangan biasanya tertawa karena hati senang kalau meringgis diakibatkan karena kesakitan.
            “ mau apa ? Rayu dan pelupa, merupakan gaya bahasa yang merujuk pada Retoris Ialah gaya bahasa berupa pertanyaan yang tidak memerlukan jawapan, kerana di dalam pertanyaan itu sendiri secara tidak langsung, sudah ada jawapannya. Penyair menanya dan menjawab pertanyaannya sendiri. Selanjutnya pada kalimat Ia dicengkam malam penyair memakai gaya bahasa hiperbola, yang mana penyair melebih –lebih atau membesar – besarkan hal yang tidak sesuai dengan kenyataanya.